Pengertian Manajemen Proyek dan Manajemen Resiko

1. Manajemen Proyek adalah kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan dan mengendalikan sumber daya organisasi perusahaan untuk mencapai tujuan tertentu dalam waktu tertentu dengan sumber daya tertentu pula. Manajemen proyek sangat cocok untuk suatu lingkungan bisnis yang menuntut kemampuan akuntansi, fleksibilitas, inovasi, kecepatan, dan perbaikan yang berkelanjutan.Kegiatan proyek biasanya dilakukan untuk berbagai bidang antara lain sebagai berikut:* Pembangunan fasilitas baru. Artinya merupakan kegiatan yang benar-benar baru dan belum pernah ada sebelumnya, sehingga ada penambahan usaha baru.
* Perbaikan fasilitas yang sudah ada. Merupakan kelanjutan dan usaha yang sudah ada sebelumnya. Artinya sudah ada kegiatan sebelumnya, namun perlu dilakukan tambahan atau perbaikan yang diinginkan.
* Penelitian dan pengembangan. kegiatan penelitian yang dilakukan untuk suatu fenomena yang muncul di masyarakat, lalu dikembangkan sedemikian rupa sesuai dengan tujuan yang diharapkan.
•Peristiwa tidak pasti yang bila terjadi memiliki pengaruh positif atau negatif terhadap minimal satu tujuan proyek (waktu, biaya, ruang lingkup, mutu). Risiko mungkin memiliki satu atau lebih penyebab, yang bila terjadi memiliki satu atau lebih dampak.
•Atiribut kunci:
–Ketidakpastian
–Positif dan negatif
–Sebab dan Akibat
–Risiko diketahui dan tidak diketahui

2. resiko dapat diartikan sebagai bentuk keadaan ketidakpastian tentang suatu keadaan yang akan terjadi nantinya (future) dengan keputusan yang diambil berdasarkan berbagai pertimbangan pada saat ini. Manajemen resiko adalah proses pengukuran atau penilaian resiko serta pengembangan strategi pengelolaannya.
Jenis Resiko Teknologi :
– Komponen file tidak lengkap
– Sistem operasi tidak kompatibel, device tidak dikenal
– Perangkat keras tidak mendukung (mis: resolusi monitor, resolusi printer)
– Spesifikasi tidak memenuhi
– Kualitas Network dibawah standar kebutuhan
– Browser.

•Manajemen Risiko Proyek: Proses sistematis untuk merencanakan, mengidentifikasi, menganalisis, dan merespon risiko proyek.  Tujuannya untuk meningkatkan peluang dan dampak peristiwa positif, dan mengurangi peluang dan dampak peristiwa yang merugikan proyek.
•Proses yang terlibat:
–Perencanaan manajemen risiko
–Identifikasi risiko
–Analisis risiko kualitatif dan kuantitatif
–Perencanaan respon risiko
–Pengendalian dan monitoring risiko.
3.Perencanaan Manajemen Risiko
•Proses memutuskan bagaimana mendekati dan melaksanakan aktivitas manajemen risiko untuk proyek.
•Memastikan tingkat, tipe, dan visibilitas manajemen risiko yang setara dengan risiko dan kepentingan proyek bagi organisasi
•Menyediakan sumberdaya dan waktu yang memadai untuk aktivitas manajemen risiko
•Menetapkan basis yang disepakati untuk mengevaluasi risiko.