Saat ini terdapat lebih dari 6500 bahasa yang digunakan di seluruh dunia. Walaupun jumlahnya tidak pasti, paling tidak kita mendapat gambaran bahwa bahasa yang digunakan di dunia ini sangat beranekaragam. Dari jumlah tersebut diperkirakan setiap dua hingga empat minggu sekali terjadi penyusutan dalam penggunaan bahasa sehingga bahasa tersebut dapat dikatakan punah. Banyak faktor yang dapat menjadi penyebab bahasa tersebut punah, misalnya:

  1. Sang penutur bahasa lebih suka menggunakan bahasa lain yang lebih banyak penggunanya.
  2. Sedikitnya jumlah penutur bahasa yang mengunakan bahasa tersebut, sehingga bahasa tersebut menjadi minoritas di kalangan pengguna bahasa mayoritas.
  3. Kurangnya pelestarian bahasa, misalnya dengan meng-arsipkan rumusan bahasa tersebut untuk direkam dan disimpan kedalam sebuah lembaga yang peduli dengan pelestarian bahasa.
  4. Para orang tua tidak lagi mengajarkan kepada anak-anaknya bahasa ibu mereka dan mereka juga tidak secara aktif menggunakannya di rumah atau dalam berbagai ranah komunikasi.
  5. Kebijakan pemerintah, penggunaan bahasa mayoritas/nasional dalam pendidikan serta tekanan bahasa dominan dalam suatu wilayah masyarakat multibahasa yang berdampingan.

Dari beberapa faktor tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa punahnya berbagai bahasa tidak terlepas dari kurangnya peran aktif pengguna dari bahasa itu sendiri. Sehingga apabila penutur bahasa terakhir yang masih hidup kemudian meninggal, maka bahasa tersebut ikut punah seiring kematian orang tersebut. Di Indonesia sendiri ada sekitar 169 bahasa etnis/daerah yang terancam punah dari sekitar 583 (menurut http://www.indonesia.travel) bahasa daerah yang digunakan. Dan bahasa yang terbanyak digunakan di Indonesia adalah (berturut-turut): bahasa Jawa, Melayu-Indonesia, Sunda, Madura, batak, Minangkabau, Bugis, Aceh, Bali, Banjar.

Walaupun di Indonesia terdapat berbagai macam bahasa, tetapi Indonesia tetap memiliki bahasa nasional yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu bahasa Indonesia yang tidak lepas dari peran pemuda Indonesia pada 28 Oktober 1928 dengan sumpahnya yang terkenal yaitu sumpah pemuda yang menyatakan bahwa bahasa persatuan adalah bahasa Indonesia.

Dengan jumlah penduduk 250 juta jiwa, kita patut bangga karena bahasa Indonesia banyak digunakan diseluruh dunia. Baik itu oleh orang Indonesia sendiri maupun oleh orang asing. Bahkan ada beberapa perguruan tinggi seperti di Amerika, Australia, dan Jepang yang memasukkan mata kuliah bahasa Indonesia kedalam kurikulumnya. Bahkan mungkin bahasa Indonesia bisa menjadi bahasa internasional seperti bahasa asing lainnya.

Sebenarnya  apa yang menjadi penyebab bahasa Indonesia banyak digunakan di dunia? Hal ini tidak terlepas dari banyaknya jumlah orang Indonesia yang berada di luar negeri, baik itu sebagai TKI, pengusaha, ataupun mereka yang tinggal di negeri tersebut atau hanya sekedar jalan-jalan. Selain itu juga orang Indonesia terkenal dengan gaya hidup konsumtifnya yang senang belanja bahkan sampai ke seantero dunia. Sehingga terjadi komunikasi antara pedagang dan pembeli yang berasal dari Indonesia yang juga turut berperan dalam penyebaran bahasa Indonesia.

Dari cerita  diatas kita dapat mengambil segi positif dari banyaknya jumlah warga Indonesia yang berada di luar negeri. Tapi dalam kehidupan sehari-hari, bahasa Indonesia sering sekali dicampur adukkan dengan bahasa pergaulan, asing, dan daerah. sehingga tidak ada yang benar-benar menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Bahkan banyak orang Indonesia yang sering mencampur adukkan bahasa Indonesia dengan bahasa asing. Padahal penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar itu tidak mencampurkan bahasa Indonesia dengan bahasa asing, dan dengan ejaan dan susunan kata yang tepat. Meskipun sulit untuk menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, ada baiknya kita tetap menjaga bahasa Indonesia agar jangan sampai bahasa aslinya punah digantikan dengan bahasa lain.

> Bahasa Terbanyak Yang Digunakan Didunia.

  1. Bahasa Mandarin
    Bahasa Mandarin adalah bahasa yang paling banyak dituturkan orang di seluruh dunia. Jumlah penduduk di China/Tiongkok saat ini diperkirakan hampir mencapai 1,4 milyar juta jiwa. Dari jumlah ini, semuanya diwajibkan bertutur kata resmi dalam satu bahasa yaitu Bahasa Mandarin.
  2. Bahasa Inggris (500 juta jiwa)
    Tercatat ada 53 negara dan 10 organisasi internasional yang memakai bahasa Inggris sebagai bahasa resmi. Selain itu, hampir semua negara di dunia menerapkan Bahasa Inggris sebagai bahasa kedua setelah bahasa nasionalnya masing-masing.
  3. Bahasa Hindi (497 juta jiwa)
    Dengan jumlah penduduk terbanyak kedua di dunia, tidak heran jika bahasa Hindi yang digunakan oleh India menjadi bahasa yang dituturkan oleh sebagian besar masyarakat India yang hanya diakui sebagai bahasa resmi sehari-hari bersama bahasa Inggris dan bukan sebagai bahasa nasional oleh konsitusinya.
  4. Bahasa Spanyol (400 juta jiwa)
    Saat ini, bahasa Spanyol banyak dipakai sebagai bahasa resmi negara-negara di Amerika Tengah dan Selatan. Selain itu, bahasa Spanyol juga banyak dituturkan di beberapa negara bagian Amerika Serikat yang berbatasan dengan Meksiko.
  5. Bahasa Arab (300 juta jiwa)
    Bahasa Arab adalah salah satu bahasa tertua di dunia dan merupakan bahasa yang digunakan dalam Al Qur’an. Bahasa Arab banyak meminjamkan kosa katanya ke sejumlah bahasa di Eropa utamanya bahasa Spanyol, Portugis dan Sisilia. Bahasa Arab, seperti juga bahasa Ibrani dan Persia memakai sistem penulisan aksara dari kanan ke kiri. Sejak tahun 1974, bahasa Arab digunakan sebagai salah satu bahasa resmi di PBB.
  6. Bahasa Rusia (278 juta jiwa)
    Dengan jumlah warga sebanyak 278 juta jiwa wajar jika bahasa Rusia adalah yang paling banyak digunakan diseluruh dunia.
  7. Bahasa melayu (259 juta jiwa)
    Bahasa Indonesia yang termasuk dalam rumpun bahasa Melayu ternyata berada pada urutan ke 7 dengan jumlah penutur sekitar 259 juta orang. Hitungan kasar ini didapatkan dari perkiraan jumlah penduduk Indonesia tahun 2009 yang mencapai 230 juta jiwa ditambah penduduk Malaysia 28 juta, penduduk Brunei 388 ribu serta sebagian kecil penduduk Thailand, Singapura dan Timor Timur. Jumlah ini mungkin bisa bertambah karena sejak tahun 2007 Bahasa Indonesia telah ditetapkan sebagai bahasa resmi kedua di Vietnam.
  8. Bahasa Portugis (240 juta jiwa)
    Portugal merupakan bangsa yang besar karena merekalah yang pertama-tama melakukan penjelajahan maritim ke berbagai penjuru dunia. sehingga tempat-tempat yang sempat mereka singgahi mempunyai bahasa yang ditinggalkan oleh mereka.
  9. Bahasa Bengali (230 juta jiwa)
    Bangladesh adalah sebuah negara dengan wilayah geografis yang kecil, tapi jumlah penduduknya mencapai 162 juta orang. Bahasa Bengali juga digunakan oleh sebagian orang India.
  10. Bahasa Perancis (200 juta jiwa)
    Bahasa Perancis juga adalah salah satu bahasa resmi di Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) selain bahasa Inggris, Mandarin, Rusia, Spanyol dan Arab.

Referensi : (1), (2), (3), (4), (5)