Krokodil, Narkoba Yang Membuat Pengidapnya Seperti Zombie

Gambar hanya ilustrasi

Krokodil adalah sebuah narkoba jenis baru yang beredar di negara Rusia, mulai berkembang setelah pemerintah Rusia melarang dan merazia peredaran heroin dinegaranya sehingga harga heroin menjadi sangat tinggi. Disebut krokodil karena si pemakai akan menjadi seperti buaya yang mempunyai sisik dan pada bagian tubuh yang membusuk akan terlihat berwarna hijau. Karena harganya yang tinggi, maka para pecandu narkoba membuat krokodil yang lebih “murah”  karena bahan-bahannya mudah didapat tetapi efek yang ditimbulkan 8-10 kali lebih kuat daripada heroin. Krokodil diambil dari nama jalanan di desomorfin.


Di Indonesia, narkoba jenis ini termasuk dalam golongan narkotika dan  diklasifikasikan sebagai NAPZA. NAPZA adalah singkatan dari Narkotika, Alkohol, Psikotropika, Dan Zat Adiktif lainnya. Kata lain yang sering dipakai adalah Narkoba (Narkotika, Psikotropika dan Bahan-bahan berbahaya lainnya). Klasifikasinya:

  1. NARKOTIKA: zat-zat alamiah maupun buatan (sintetik) dari bahan candu/kokaina atau turunannya dan padanannya – digunakan secara medis atau disalahgunakan – yang mempunyai efek psikoaktif.
  2. ALKOHOL : zat aktif dalam berbagai minuman keras, mengandung etanol yang berfungsi menekan syaraf pusat
  3. PSIKOTROPIKA: adalah zat-zat dalam berbagai bentuk pil dan obat yang mempengaruhi kesadaran karena sasaran obat tersebut adalah pusat-pusat tertentu di sistem syaraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang). Menurut UU no.5/1997 Psikotropik meliputi : Ecxtacy, shabu-shabu, LSD, obat penenang/tidur, obat anti depresi dan anti psikosis. Sementara PSIKOAKTIVA adalah istilah yang secara umum digunakan untuk menyebut semua zat yang mempunyai komposisi kimiawi berpengaruh pada otak sehingga menimbulkan perubahan perilaku, perasaan, pikiran, persepsi, kesadaran.
  4. ZAT ADIKTIF lainnya yaitu zat-zat yang mengakibatkan ketergantungan seperti zat-zat solvent termasuk inhalansia (aseton, thinner cat, lem). Zat-zat tersebut sangat berbahaya karena bisa mematikan sel-sel otak. Zat adiktif juga termasuk nikotin (tembakau) dan kafein (kopi).
  5. NAPZA adalah zat-zat kimiawi yang dimasukkan ke dalam tubuh manusia, baik secara oral (melalui mulut), dihirup (melalui hidung) maupun intravena (melalui jarum suntik) sehingga dapat mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan, dan perilaku seseorang. Penggunaan NAPZA berlanjut akan mengakibatkan ketergantungan secara fisik dan/atau psikologis serta kerusakan pada sistem syaraf dan organ-organ otonom. NAPZA terdiri atas bahan-bahan yang bersifat alamiah (natural) maupun yang sintetik (buatan). Bahan alamiah terdiri atas tumbuh-tumbuhan dan tanaman, sedangkan yang buatan berasal dari bahan-bahan kimiawi.

Penggunaan narkoba jenis krokodil dapat memberikan efek yang sangat buruk bagi tubuh karena membuat si pernderita seperti mayat hidup atau zombie karena bagian tubuhnya membusuk sampai terlihat tulang-tulangnya.  jika kita menyuntikan obat ini, kulit akan berubah menjadi kehijauan dan bersisik seperti buaya. Ini terjadi karena pecahnya pembuluh darah dan kematian jaringan di sekitarnya. Jika sudah begitu, cara satu-satunya untuk mengatasi ini adalah amputasi. Jika pecandu narkoba ini sudah sangat kecanduan, maka daging beserta kulit pengguna akan jatuh seperti meleleh dari tubuh. Tak hanya itu, narkoba ini juga menyebabkan pneumonia, keracunan darah, kerusakan arteri bahkan meningitis.

Referensi: (1),(2)