Sering kita dengar dan temui orang-orang yang datang telat atau bahkan terkesan ngaret dalam kehidupan sehari-hari. Istilah ngaret mungkin sudah biasa kita dengar tetapi karena si ngaret ini,  kita sering dibuat kesal karena terkadang  membuat kita harus menunggu. Bahkan seseorang dalam hidupnya sudah atau pernah memiliki “jam karet”, seperti apa itu jam karet? yang pasti bukan jam yang terbuat dari karet ya. Jadi jam karet adalah sebuah jam yang tidak berbentuk (abstrak), tidak berbau, tidak dapat diraba dan disentuh tetapi dapat dirasakan, bukan hanya sang pemilik yang dapat merasakan tetapi orang lain juga dapat merasakannya. Sungguh ajaib bukan jam karet ini?

Mungkin karena budaya kita yang sudah “dibiasakan” telat sehingga untuk sebagian orang telat itu sudah biasa. Padahal dari kebiasaan yang buruk ini orang tersebut tidak dapat me-manage waktunya dengan baik. Sifat buruk ini juga bukan hanya merugikan diri sendiri tetapi orang lain juga ikut merasakan akibatnya. Misalnya, bangun kesiangan karena  tidur terlalu  malam, padahal besoknya harus bertemu atau meeting dengan si bos . Hal inilah yang otomatis membuat image kita dimata orang lain sebagai pemalas atau si tukang telat (kalau sudah terlalu sering). Disinilah pentinganya kita mengatur atau me-manage diri sendiri.  Kata Manajemen itu sendiri berasal dari bahasa Perancis kuno ménagement, yang artinya “seni melaksanakan dan mengatur”.  Nah, jika kita dapat mengatur dan melaksanakan segala sesuatunya dengan terencana dan teratur, kemungkinan untuk ngaret juga pasti bisa dikurangi. Ngaret juga bisa diartikan menunda-nunda atau mengulur waktu seperti “ah, ntar aja acaranya kan dimulai jam 9 sekarang baru jam 8.45 (padahal jarak rumah kelokasi 45 menit”.

Jadi hubungan antara ngaret dan manajemen diri sendiri itu sangat erat kaitannya, karena kebiasaan ngaret juga timbul dari diri sendiri. Apabila kita dapat mengatur waktu dengan baik, sedikit demi sedikit kebiasaan ngaret itu dengan sendirinya akan hilang. Kalau perlu kita memegang prinsip “Lebih baik menunggu 1 jam daripada telat 5 menit”, karena sesuatu itu dimulai dari diri sendiri. Apabila kita dapat mengatur diri kita dengan baik, percayalah kita dapat mengatur orang lain dengan baik pula.