Contoh iklan rokok

Contoh iklan rokok

Pertanyaan diatas pasti pernah terlintas dipikiran kita, iklan rokok tapi mana rokoknya? yang ada hanya iklan rokok tanpa menampilkan wujudnya. Walaupun begitu tetap saja orang yang melihat iklan tersebut pasti tahu iklan apa itu sebenarnya. Ide-ide untuk pembuatan iklan rokok memang sangat kreatif mulai dari parodi, lifestyle, kritik atau yang abstrak sekalipun pasti orang akan mengerti “ini pasti iklan rokok”. Disadari atau tidak image sebuah rokok itu akan terbayang dalam pikiran kita sehingga kita bisa tahu iklan-iklan rokok itu seperti apa. Dan disetiap iklan rokok pasti ada jargon dan makna yang tersirat dibalik iklan rokok tersebut. Seperti misalnya: “Djarum Coklat, Nikmat” yang berarti menghisap rokok tersebut terasa nikmat bagi si perokok dan itu berarti membuat para perokok membayangkan “apa iya rokoknya nikmat?” atau “senikmat apa sih rokoknya?” sehingga membuat orang penasaran dan tertarik untuk mencoba atau membelinya.  Atau dari “Sampoerna Hijau, Nggak Ada Loe Nggak Rame” maksudnya tanpa rokok jadi kurang asik atau seru sehingga membuat  orang merasa ada yang kurang tanpa ada rokok (contoh ini buat para perokok), disadari atau tidak tapi memang itu kenyataannya.  Banyak orang yang terbiasa merokok mulai dari SD, SMP, SMA atau perguruan tinggi. Dan disini saya tidak membahas bahaya merokok dan dampak negatifnya karena  pasti sudah tahu dampaknya seperti apa.

Dan kenapa iklan rokok tidak menampilkan wujud rokok itu sendiri? ternyata ada peraturan yang mengatur dan melarangnya yang intinya  dilarang menampakkan secara eksplisit orang merokok maupun wujud rokoknya. Sehingga jelas kenapa wujud rokok tidak pernah ada di iklan manapun baik cetak, elektronik, atau pada papan billboard.

Ada 1 fakta yang harus kita tahu, seperti pada video “Sex, Lies & Cigarettes’- Vanguard Sneak Peek” yang ditampilkan di Youtube yang intinya bahwa dinegara maju seperti Amerika Serikat merokok itu sudah dilarang dan kalaupun ada  harganya sangat mahal, untuk 1 bungkus rokok Marlboro Reds seharga $12 atau sekitar 100 ribuan. Tapi kenapa di Indonesia rokok begitu mudah didapatkan? bahkan anak dibawah umur boleh merokok. Mungkin ini adalah sebuah trik pemasaran dari perusahaan rokok Amerika, karena di Amerika rokok sudah dilarang beredar secara luas maka berinvestasi di Indonesia karena peraturan mengenai rokok masih belum dapat diterapkan secara tegas (banyak pertimbangan dan dampak sosial seperti PHK pekerja pabrik rokok) sehingga mereka merasa bebas untuk memasarkan produknya disini.