Karikatur Rhoma Irama

Karikatur Rhoma Irama

Mendengar ksatria bergitar semua orang pasti sudah paham siapa yang dimaksud, penyanyi dangdut yang terkenal lewat lagu-lagu dangdutnya itu akan mencapreskan diri pada tahun 2014. Haji Rhoma Irama atau yang akrab disapa Bang haji belakangan ini banyak  diberitakan bahwa dirinya akan maju sebagai presiden RI untuk periode 2014-2019.

Apa sebenarnya yang melatarbelakangi keinginan Rhoma Irama untuk menyalonkan diri sebagai presiden RI?  menurut Wasiat Ulama (Wasilah Silaturahum Asatidz Tokoh dan Ulama) seperti yang dikatakan Fachrurozy Ishaq, Ketum DPP Wasiat Ulama:

“Rhoma Irama memiliki jiwa kepemimpinan yang tangguh, itu tercermin ketika memimpin Soneta Grup selama 40 tahun lebih dan tetap solid,” seperti dilansir kompas.com

dan pernyataan Rhoma Irama sendiri pada pidatonya didepan ratusan warga di acara Gebyar Muharam:

“Saya didorong untuk maju karena nama Rhoma sudah jadi icon Islam. Karena adanya keresahan di dunia politik itu yang membuat saya tidak bisa nolak. Itu yang membuat saya siap dicalonkan jadi presiden,” seperti dilansir detik.com

Yang jadi pertanyaan adalah:

1. Apakah hanya dengan memimpin sebuah grup dangdut yang hanya beranggotakan beberapa orang dapat dikatakan mampu untuk memimpin sebuah negara yang penduduknya termasuk salah satu terbesar didunia?

2. Melihat rekam jejak dari Rhoma Irama yang sempat berpoligami, apakah dia yakin dapat terpilih sebagai presiden RI? karena mayoritas penduduk Indonesia tidak suka dengan poligami, karena dari banyak kasus poligami termasuk kasusnya (Rhoma Irama) sendiri dapat dilihat ada ketidakadilan terhadap istri satu dengan yang lain. Jika kepada salah satu istri  saja tidak bisa berlaku adil bagaimana dapat berlaku adil dalam kehidupan bernegara?

3. Ketika Pilkada DKI, Rhoma Irama sempat mengeluarkan pernyataan SARA kepada salah satu pasangan calon gubernur, padahal pernyataan seperti itu sangat tidak pantas dikeluarkan oleh seorang publik figur apalagi Rhoma Irama mendukung salah satu calon gubernur incumbent Fauzi Bowo. Walaupun di Indonesia agama islam menjadi mayoritas bukan berarti dapat menyudutkan agama atau ras lain yang minoritas, karena orang yang mengeluarkan pernyataan SARA dapat dikatakan masih primitif karena tidak menerima kemajemukan atau perbedaan bangsa. Dengan berita sandungan ini, Apakah Rhoma Irama tidak berpikir jika akan sedikit yang akan memilihnya ketika pemilu mendatang?

4.  Walaupun mendapat dukungan dari para fans dan ulama-ulama bahkan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin yang mengatakan “Elektabilitas Rhoma Irama sangat tinggi dan memungkinkan dia mencapreskan diri,” seperti dilansir pelitaonlineElektabilitas Rhoma Irama dapat dikatakan tinggi karena dia adalah seorang raja dangdut, masyarakat mengenalnya sebagai penyanyi dangdut bukan sebagai politikus, wajar saja jika dikatakan elektabilitas Rhoma Irama sangat tinggi. Apakah  dengan dikenal masyarakat cukup untuk mencalonkan diri sebagai presiden? mengingat tugas dan tanggung jawab sebagai presiden sangat berat dan harus memiliki kompetensi yang memadai.

Setiap warga negara Indonesia memang berhak untuk mencalonkan diri sebagai presiden RI, tapi apakah orang seperti Rhoma Irama pantas untuk mencalonkan diri sebagai presiden? Kalau memang iya, berarti terjadi penurunan kualitas calon presiden dibanding pemilu-pemilu sebelumnya walaupun masih ada calon yang pantas seperti Direktur Pelaksana Bank Dunia Sri Mulyani, ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Mahfud MD, tokoh akademisi Anis Baswedan,  dan gubernur DKI Jakarta yang sekarang menjabat Joko Widodo atau Jokowi. Mereka berempat adalah tokoh-tokoh berkualitas dan berkompeten dengan track record yang bersih dan bagus sehingga  dapat lebih diterima oleh masyarakat.

Semoga saja pada pemilu 2014 nanti, Indonesia dapat menemukan sosok pemimpin yang diidam-idamkan yang mampu membawa perubahan dan mengeluarkan Indonesia dari keterpurukan akibat banyaknya kasus korupsi yang mendera para pejabat dinegeri ini padahal kemiskinan masih menghantui di berbagai daerah. Kita harus optimis bahwa masih ada sosok yang layak memimpin negeri ini menjadi lebih baik. Dan kita yakin harapan itu masih ada.