Senayan City

Senayan City

Kejadian ini terjadi pada tahun 2012 lalu (tanggalnya saya lupa, yang saya ingat pada waktu itu ada demo besar di Senayan yang menuntut agar harga BBM tidak dinaikkan), saya diajak teman sekelas saya yang bernama Muhammad Ilham untuk memperbaiki komputer di sebuah restoran yang cukup mewah kalau bisa dibilang (secara tempatnya di Senayan City). Mal di pusat kota Jakarta yang katanya metropolitan + metropolutan ini, banyak toko-toko dan produk-produk terkenal dunia mejeng di mal ini. Mendapat tawaran seperti itu, saya langsung setuju walaupun tempatnya agak jauh (dalam hati saya, sekali-sekali masuk ke mal elite iya gak?).

Pada pagi harinya saya datang dan menunggu beberapa lama di tempat parkir untuk bertemu dengan seseorang -sebut saja namanya Mas Di- Dia adalah orang yang menghubungi teman saya.  Setelah itu kami berdua diajak untuk ke restorannya, melewati pintu yang dijaga oleh dua orang security dan Mas Di menunjukkan sebuah kartu sehingga kami bertiga bisa masuk. Ada tangga eskalator yang membawa kami ke lantai 1. Mal ini cukup luas dan masih sepi ketika kami datang karena waktu itu jam masih menunjukkan pukul 9 kurang. Dengan lantai marmer dan beberapa toko sedang sibuk berbenah untuk menjual produknya. Setelah itu kami naik lift yang berhenti di lantai 3, tidak jauh dari lift akhirnya kami sampai di sebuah restoran. Restoran ini bernama Nan -sebut saja begitu-, ketika kami datang, para pegawai restoran ini juga sedang sibuk berbenah. Mas Di lalu mengantarkan kami ke sebuah ruangan sempit yang didalamnya terdapat sebuah komputer dan beberapa modem internet. Disini kami disuruh untuk menganalisis kerusakan yang ada di komputer tersebut, setelah beberapa lama kami berdua (saya dan Ilham) akhirnya mengambil kesimpulan bahwa komputer tersebut terinfeksi virus, karena ada ribuan virus yang kami temukan ketika di scan (ternak virus ini mah namanya dalam hati saya). Dan satu-satunya cara untuk mengatasinya adalah dengan meng-install ulang komputer tersebut dan ternyata ada satu masalah lagi, yaitu koneksi  komputer tersebut tidak terhubung ke internet padahal kabel modem sudah terpasang. Komputer sudah kami konfigurasi dengan berbagai cara tapi tetap saja hasilnya nihil. Karena kami waktu itu tidak membawa perlengkapan seperti CD install-an, akhirnya kami pulang dan berjanji beberapa hari lagi kami akan kembali untuk membawa CD install-an dan CD driver dari komputer jadul tersebut.

Sebelum kami pulang, Mas Di memberikan es teh manis (kebetulan haus banget waktu itu :D) dan ngobrol-ngobrol sebentar. Dari obrolan itu saya mengetahui bahwa sebelumnya Mas Di mempunyai bengkel sendiri di daerah pondok gede (kalau saya tidak salah), dan bengkel itu cukup laku sehingga harga sewanya dinaikkan oleh pemilik bengkel itu. Ini membuat Mas Di akhirnya pindah dari tempat itu dan mendapat informasi bahwa di restoran Nan ini sedang mencari teknisi untuk memperbaiki peralatan restoran, seperti mesin pembuat kopi, kulkas, kompor dll. Setelah ngobrol lalu kami pulang dan kembali ke kampus.

Menginap Semalam di Senayan City (Bagian 2)
– Menginap Semalam di Senayan City (Bagian 3)
– Menginap Semalam di Senayan City (Bagian 4-Habis)