Setelah kami menyiapkan beberapa peralatan yang dibutuhkan seperti CD Driver, berbagai jenis Software, CD install-an OS dan sebuah keyboard -hasil minjem- , akhirnya kami datang kembali ke restoran tersebut, tapi kali ini kami datang malam-malam setelah restoran tutup. Seperti biasa kami masuk lewat parkiran melewati eskalator dan naik lift.

Begitu sampai di restoran ternyata Mas Di sedang tidak ada, setelah kami hubungi ternyata dia sedang ada urusan. Yang membuat kami kecewa adalah kenapa paginya sebelum kami berangkat tidak memberi tahu dulu padahal malamnya dia menyuruh kami agar datang, kami seperti dipermainkan dalam hati saya. Tapi dia berjanji nanti akan menghubungi kami lagi. Dengan raut muka kecewa akhirnya kami pulang.

Sekian hari berselang, kami dihubungi kembali oleh Mas Di untuk datang ke restoran. Ketika kami sampai di restoran, Mas Di langsung mempersilahkan kami untuk langsung melakukan tugas kami. Pertama yang kami lakukan  adalah meng-install Windows di komputer tersebut. Membutuhkan waktu sekitar 45 menit untuk meng-install komputer tersebut sampai selesai. Selama meng-install kami duduk-duduk bersama beberapa pegawai, ada seorang koki, bartender dan pramusaji. Lalu si pramusaji yang seorang wanita pulang terlebih dahulu dengan seorang pegawai lainnya. Tinggalah kami berempat, saya, Ilham, seorang pegawai (lupa namanya) dan Mas Di.

Mas Di banyak bertanya tentang netbooknya yang ingin di-install antivirus Kaspersky yang baru dibelinya beberapa waktu lalu di Mangga Dua. Karena di netbooknya tidak ada CD room nya, akhirnya menggunakan CD eksternal, saya bantu untuk meng-install nya. Selama menunggu kami juga diberi secangkir es dari restoran tersebut. Oh iya, di restoran ini ada menu spesial, yaitu daging steak seharga 50 US Dollar, katanya sih itu daging pilihan dan langsung diimpor dari luar negeri (lupa nama negaranya).

Setelah komputer berhasil di-install, ternyata kami disuruh untuk memperbaiki 2 komputer lagi karena ternyata terinfeksi virus juga. Tapi kami menghadapi kendala, yaitu software database di komputer kasir juga telah terinfeksi virus sehingga kami harus meng-install ulang komputer tersebut. Yang jadi masalah adalah software database itu asli dan harganya mencapat 20 juta, sehingga kami harus memikirkan cara untuk meng-install ulangnya agar database yang ada di komputer kasir dapat di back up terlebih dahulu sebelum di install ulang. Akhirnya Mas Di menyuruh kami untuk mem-backup database dari komputer kasir tersebut kedalam flashdisk. Tapi kami belum meng-install ulang komputernya karena Mas Di masih ragu apakah akan di install ulang atau tidak, karena harus menanyakannya dulu kepada atasannya.

– Menginap Semalam di Senayan City (Bagian 3)
– Menginap Semalam di Senayan City (Bagian 4-Habis)