Setiap orang yang pernah bersekolah pasti mempunyai kesan dan kenangan tersendiri disekolahnya. Karena di sekolah kita mendapatkan banyak  teman, pengetahuan dan pergaulan yang lebih luas. Sekolah adalah tempat untuk kita beraktivitas, berkomunikasi, bersosialisasi dan berekspresi. Tidak peduli apakah itu PAUD, playgroup, taman kanak-kanak atau bahkan perguruan tinggi. Karena sekolah yang saya maksud disini bukan hanya tempat untuk menimba ilmu, tapi juga tempat yang membuat kita mengerti makna dari sekolah itu sendiri.

Bagi saya disetiap sekolah mempunyai kenangan tersendiri, seperti ketika saya berada di taman kanak-kanak. Namun sayangnya tidak banyak yang bisa saya ingat kala itu, yang dapat saya ingat dengan jelas pada saat itu adalah bekal makanan yang sama setiap hari yang saya makan yaitu ketoprak. Campuran lontong, bihun, sedikit toge ditambah potongan tahu yang dilumuri bumbu kacang nan legit dan kerupuk yang gurih membuat ketoprak terasa berbeda dengan makanan yang lain, mungkin satu-satunya makanan serupa yang bisa menandingi kenikmatan ketoprak adalah pecel, gado-gado dan tahu gimbal (makanan khas semarang). Pada saat  TK, saya tidak terlalu merasakan apa-apa selain bermain-main saja, tidak ada ingatan yang berbekas dihati.

Ketoprak, makanan favorite saya sejak masih taman kanak-kanak

Ketoprak, makanan kebangsaan sejak masih taman kanak-kanak

Lanjut ke jenjang Sekolah Dasar, masih segar ingatan saya ketika saya ditempeleng oleh almarhum guru saya, gara-gara kami melakukan perbuatan memalukan (ga perlu disebut lah ya :D) di kelas. Tapi itu tidak membuat saya dendam apalagi benci, saya tahu itu salah maka dari itu saya terima-terima saja ditempeleng.. hehehe. Ya boleh dibilang waktu SD saya cukup bandel, tapi menurut saya itu wajar saja namanya juga masih anak-anak (masih belum tau mana yang benar dan yang salah), selama bandelnya itu masih dalam tahap yang wajar. (Saya ingat ketika SMK, guru bahasa Indonesia saya pernah mengatakan “bandel itu boleh asal jangan kurang ngajar sama orang tua”, jadi maksudnya bandel atau nakal itu silahkan saja selama masih ada batasannya tapi kita tetap harus menghormati yang lebih tua ). Lalu ada seorang teman saya sebut saja namanya Eky, pada saat setelah pelajaran olahraga dia pernah buang air dicelana dan baunya itu sampai tercium satu lapangan dan kotorannya itu berceceran kemana-mana… hahaha. Tidak bisa dibayangkan betapa malunya dia waktu itu.

Saat SMP, disini saya banyak mempunyai kenangan diantaranya pada saat kelas satu SMP, pertama kalinya saya mulai menyukai lawan jenis tapi masih memendam di dalam hati dan berani “menembak” pada saat kelas dua, dan menembaknya pun di Veldrum Rawamangun (tempat latihan atletik) tepat di pintu masuk tapi setelah itu tidak diteruskan karena sehabis nembak ya sudah menghilang begitu saja.. hehehe. Lalu ada kejadian ketika sekali lagi saya dan teman-teman saya dimaki-maki oleh guru matematika saya yang galaknya bukan main, bahkan rambut teman saya sampai dijambak-jambak. Guru itu marah karena kami sangat berisik ketika dia sedang mengajar. Kalau mengingat kejadian itu kemudian diceritakan bersama kawan-kawan saya terasa sangat lucu sekali pada waktu itu. Sampai saat ini saya masih berteman -atau lebih tepatnya bersahabat- bersama mereka, ada Hendra alias AP, Budi dan Sopan. Ketiga sahabat saya itu sampai saat ini masih sering bertemu bahkan suka menginap dirumah saya, kecuali Sopan karena dia kuliah di Semarang. Walaupun teman saya banyak waktu SMP, tapi tidaklah mudah untuk mencari beberapa sahabat dan saya sangat beruntung mempunyai sahabat seperti mereka😀.

Sekolah dan Kenangan Masa Lalu… (Bagian 2)